Jauh sudah kaki melangkah, melewati waktu yang panjang sendiri ^_^
Namun, ada satu kawan yang tak bisa ku tinggalkan dibilik kamar,
Saat akan melakukan perjalanan tanpa membawanya hati terasa kosong,
Tanpa membacanya nurani kering
Saat membacanya nurani menjadi jernih, bersih, bening, subur tumbuh di taman hati nan lapang
Saat kesedihan tanpa sebab datang, hanya dengan membasuh sudut2 tubuh sesuai syaratnya, kemudian membacanya, mentadabburinya, dan hati menjadi tenang dan terasa sesak-sesaknya dada, kepiluan atas masalah hidup hilang.
Engkaulah cintaku, temanku dikala sendiri dan ramai,
Kaulah teman sejatiku, aku tak berharap orang tau aku membacamu,
Namun, aku ingin suara ini dengan syahdu membacamu huruf demi huruf,
Meski artikulasiku dalam menyebut aksaramu tak sempurna,
Meski seringkali dihujani hujan tangis saat membaca kisah ketegaran Yusuf Muda dalam balutan taat pada Allah, pemuda yang sanggup membelenggu nafsuhnya dalam ketaatan, patutlah aku bercermin padanya, apakah aku akan setabah dan setegar itu, saat lelaki dunia merayu,
Tak lupa juga kuselami kisah-kisah Sulaiman, dia mengeluarkan kalimat sakti Bismillahirrohmanirrihim, yang den dengan kata itu 70,000 malaikat akan mengiringi pembacanya, tentunya bukan hanya sekedar membacanya dan menjadi dzikr mulut, tapi menjadi obat bagi bathin. Dengan kalimat itu Sulaiman sanggup berbicara dengan hewan, mengendalikan angin, dan bahkan menundukkan jin dan syaithon. Aduhai irinya hatiku saat membaca kesungguhan Sulaiman dalam meminta dan berdoa ya Allah berikan aku kerajaan yang tidak dimiliki oleh satu orangpun sebelum dan sesudahku, Allah mengaruniakannya Kemapanan spiritual, kedudukan yang tinggi, dan mukjizat yang besar,
Saat Musa merenung di bukit Sinai dan ingin melihat wajah-Nya yang agung dan maha Mulia, maka Musa tak sanggup melihatNya, sebab Ia memiliki hijab berupa cahaya, Allah sang Nabi mulia saja tak sanggup memandang dan melihat wajahmu, bagaimana denganku ya Rabb, apa aku pantas memandang wajahMu di RumahMu yang abadi ?
Ya... buku itu, ia seperti magnet yabg menarik-narikku, heiiyyy bacalah aku dengan nama Tuhanmu yang maha pemurah lagi maha penyayang.
Allah.... izinkan aku menjadi keluargamu, amiiiin
Malang, 26 Juli 2017
Kutulis ini disela-sela menanti dosen pembimbing
Dan disela-sela penantian panjang, hingga Allah mengizinkan aku bertemu engkau, wahai penyempurna separuh Dien-ku,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar