Perempuan-perempuan
telah lahir, berdiri di garis-garis depan sebuah wajah semesta paling modern di
abad ini. Mengguncang dilema yang merekah di tengah ramai kasak-kusuk
modernitas, melawan arus bukanlah sebuah perkara mudah, saat pikiran tentang
modernitas ternyata berwajah purba. Perempuan-perempuan khatulistiwa hadir
dengan perannya, membangun komunitas saling memperkuat ruh bagi diri dan
keluarganya, membangun generasi rabbani.
Minggu, 17 Desember 2017
Senin, 11 Desember 2017
Petunjuk atau Takdir ?
Malam ini serasa ingin tidur, tapi kantukku hilang, sehingga aku bangun dan menulis tulisan ini. Apakah sebagian keputusan diri kita adalah petunjukNya ? Atau jawaban dari perjalanan hidup kita ?
Menurutku jawabannya "IYA" seperti nabi Yusuf Alaihissalam. Beliau sadar saat berada didalam sumur yang gelap gulita, bahwa sumur tersebut telah menantinya jauh sebelum beliau jatuh kedalamnya. Seperti keputusan Zulaikha untuk memenjarakan Nabi Yusuf, keputusan itulah yang terbaik bagi nabi Yusuf. Nabi Yusuf berkata "penjara lebih aku sukai dari pada hidup dalam tipu daya dunia", nabi Yusuf berkata aku tak ingin menjual jiwaku pada syeithan. Sewaktu Zulaikha menggoda nabi Yusuf, maka ada campur tangan syeithan di dalamnya, nafsuh Zulaikha ditunggangi syeithan, sedangkan nabi mulia Yusuf As., di berikan wahyu untuk lari menuju pintu dan keluar dari ruangan. Ya Allah berapa banyak kaum wanita seperti Zulaikha yang terhina karena terpenjara dengan nafushnya, tidak bisa mengendalikan nsfsuhnya. Namun perlahan Zulaikha menjadi wanita tua dan akhirnya sadar dia telah terpenjara dengan nafsuhnya, dia telah mencintai nabi Yusuf dengan nafsuhnya, :-) kemudian hidayah dan taufik Allah datang pada Zulaikha akhirnya beliau menjadi wanita beriman dan membenarkan kebesaran-kebesaran Allah.
Kamis, 07 Desember 2017
Sudah sampai mana ?
Bahagiku hari ini, tanpa bayang-bayang resah mengharap kasih manusia fana.
Meneguk rasa kecut manis pahit asam dan asin kehidupan disini.
Mengawali semua dengan perasaan sadar akan tempatku sebagai makhluk, berbentuk sempurna, terbentuk dari tanah tembikar, diciptakan sempurna dengan satu paket ruh dan jiwa, akal dan juga sisi lain yang selalu meminta bagiannya (nafsuh).
Maka kusebut semua itu sebagai adonan yang tergabung disatu masa, terbentuk dengan Ketentuan dan andil besar dari-Nya.
Meneguk rasa kecut manis pahit asam dan asin kehidupan disini.
Mengawali semua dengan perasaan sadar akan tempatku sebagai makhluk, berbentuk sempurna, terbentuk dari tanah tembikar, diciptakan sempurna dengan satu paket ruh dan jiwa, akal dan juga sisi lain yang selalu meminta bagiannya (nafsuh).
Maka kusebut semua itu sebagai adonan yang tergabung disatu masa, terbentuk dengan Ketentuan dan andil besar dari-Nya.
Langganan:
Postingan (Atom)