merasakan nikmatnya, bukan banyaknya teh yang aku minum, tapi kehangatan dan rasa manis yang masih Allah izinkan aku rasakan hari ini yang membuat aku tersenyum bersyukur.
Dua potong roti cokelat aku lahap dengan habis,
Ditemani satu jilid tesis yang sedang aku perbaiki, grafiknya, tampilannya, hasil penelitiannya dan metode pengambilan sampelnya.
sekitar jam setengah 5 shubuh tadi aku membuka Al-Qur'an, dan membuka sebuah lembaran Surah yang dengan izin Allah telah aku hapal mati diluar kepala, sehingga ketika tidurpun pasti aku tau mana sambungan surat tersebut. Tapi hafalanku itu seperti tidak memiliki "Ruh", sampai kemudian aku menelaah, mengingat, membaca dan merenungi artinya, sungguh menyentuh hatiku, sesuatu yang tidak pernah aku rasakan selama ini, mungkin ada, tapi sudah lama sekali, aku rasa itu adalah cahaya iman yang Allah tuangkan ke dalam dadaku, mencuci segala penyakit hatiku, membersihkan jiwaku, memberi makan ruhku yang lapar. sungguh ayat itu menyentuhku, berhasil membuka jalan baru bagiku, jalan yang tidak ingin aku tinggalkan, ya mugholibhul Qulub, tetapkan hatiku dalam jalanmu, berilah aku kesempatan untuk semakin menyadari keberadaanMu, kemahaperkasaanMu, KemahakuasaanMu, rasa ini indah sekali, menetap didadaku, menjadi bibit iman yang indah, yang aku tak mau melepaskannya lagi. Seperti cahaya yang datang padaku, hangat, damai, indah, sampai mampu mengahpus rinduku pada dia yang selama ini ada di dalam do'aku. Indah, ya Allah, indah, seakan-akan aku melihatMu, Allah, jangan lepaskan aku, jangan ambil iman ini, siramilah iman ini dengan rahmatMu,
dan aku terbangun dari ilusi dunia saat aku menyadari, bahwa :
Maha Suci Allah yang menguasai segala kerajaan, yang maha menguasai segala sesuatu
(ya Allah aku rela terpasung selamanya dalam Iman kepadaMu)
yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang paling baik amalannya, dan Allah maha perkasa, maha pengampun
(sungguh maha perkasa Engkau Ya Rabb, jadikan jasadku, jiwaku, dan hatiku bersih dan hanya menuju padaMu saja, jikalau ujianMu datang, mohon segera sadarkan Aku)
yang menciptakan 7 langit berlapis-lapis, tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan yang maha pengasih, maka lihatlah adakah kamu lihat sesuatu yang cacat pada ciptaan Allah ?
(aku sendiri belum pernah melihat 7 lapis langit yang berlapis-lapis itu, namun aku meyakini bahwa setelah mati nanti aku pasti akan melihat 7 lapis langit itu dan semoga pada hari akhir itu sudilah engkau memandang wajahku ya Rabb, sudila engkau jadikan Al-Qur'an ini teman bagiku di kuburku nanti, dzikr-dzikrku sebagai penenang hati dan petunjuk jalan bagiku saat aku harus melewati jembata Shiratul MustaqimMu ya Rahman)
Sungguh indah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar