Senin, 05 Maret 2018

Marah meleleh jadi syukur

Kau tahu apa yang membuat aku bersyukur ?
Hehe... ya saat aku marah dan kamu menimpali aku dengan berbagai kalimat penuh eneergiii syukur. Maka seketika itupun marahku meleleh jadi energi bahagia dan syukur. Kau selalu tau saja kegalauanku, haha..., tidak pernah menghiburku maupun memperhatikanku, namun sekali kau menimpali aku dengan wejanganmu, iya wejangan lelaki dewasa pada seorang perempuan yang menjadi adiknya, temannya bahkan mungkin calon istri hihi ^_^ :D
Kau tau dibalik kemarahan dan sejuta kegalauanku, ada do'a-do'a yang terbang mengetuk pintu langitNya, mengguncang arsyNya, hingga mampu mengaktifkan energi malaikat disekelilingku. Yah... dari mana aku tau hal itu ? Ya karena memang ada malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan, malaikat-malaikat yang terbang dengan kencangnya, penyebar rahmat, yang mampu membedakan yang baik dan yang buruk, dan bahkan yang menyampaikan wahyu.
Kau tau.,, mailaikay itu selalu saja melihat dan mendampingiku, bahkan menaungiku. Dari mana aku tau ? Jelas terasa kalau mereka mendekat dan membisikkan kebaikan dalam dadaku, jelas terasa bila aku senantias positif dan mendekat padaNya, energi malaikat itu seakan datang menyemangati hati dan jiwaku. Sehingga walau tubuhku kecil mungil, kadang aku mampu melakukan hal melampaui orang-orang bertubuh besar. Bukan berbangga diri, hanya sekedar ingin berbagi syukur dan ilmu.
Aku ingin senantiasa didekati malaikat, rasa-rasanya bila aku bermaksiat seakan-akan aku kehilangan mereka, aku merasa bahwa hatiku tidak seperti biasanya, seakan ada sebuah sekat gelap yang menutupinya. Tapi bila aku ingat pada Allah, seakan cahaya dihatiku hidup dan tenang. Ada damai dan rasa aman menyertai.

Aku mencintai malaikat Allah, sebagaimana yang ada didalam rukun iman, aku bukan saja mengimaninya tapi juga mencintainya, dsn kagum padanya, karena Allah. Maha besar engkau ya Robb, yang menciptakan makhluk seperkasa dan selembut malaikat-malaikatmu. Allahuakbar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar