Senin, 11 Desember 2017

Petunjuk atau Takdir ?

Malam ini serasa ingin tidur, tapi kantukku hilang, sehingga aku bangun dan menulis tulisan ini. Apakah sebagian keputusan diri kita adalah petunjukNya ? Atau jawaban dari perjalanan hidup kita ?
Menurutku jawabannya "IYA" seperti nabi Yusuf Alaihissalam. Beliau sadar saat berada didalam sumur yang gelap gulita, bahwa sumur tersebut telah menantinya jauh sebelum beliau jatuh kedalamnya. Seperti keputusan Zulaikha untuk memenjarakan Nabi Yusuf, keputusan itulah yang terbaik bagi nabi Yusuf. Nabi Yusuf berkata "penjara lebih aku sukai dari pada hidup dalam tipu daya dunia", nabi Yusuf berkata aku tak ingin menjual jiwaku pada syeithan. Sewaktu Zulaikha menggoda nabi Yusuf, maka ada campur tangan syeithan di dalamnya, nafsuh Zulaikha ditunggangi syeithan, sedangkan nabi mulia Yusuf As., di berikan wahyu untuk lari menuju pintu dan keluar dari ruangan. Ya Allah berapa banyak kaum wanita seperti Zulaikha yang terhina karena terpenjara dengan nafushnya, tidak bisa mengendalikan nsfsuhnya. Namun perlahan Zulaikha menjadi wanita tua dan akhirnya sadar dia telah terpenjara dengan nafsuhnya, dia telah mencintai nabi Yusuf dengan nafsuhnya, :-) kemudian hidayah dan taufik Allah datang pada Zulaikha akhirnya beliau menjadi wanita beriman dan membenarkan kebesaran-kebesaran Allah.
Apakah aku bisa seridho nabi Yusuf saat mendapatkan masalah ? Apakah aku bisa menerima ujian sebesar itu ? Bagaimana Zulaikha bisa berlepas dari cinta semunya ? Dari kegilaannya terhadap nabi Yusuf ? Semua terjadi karena rahmat dan ilham dari Allah. Ya Robb, berikanlah hamba taufik dan hidayah seperti Zulaikha dimasa muda dan sampai hamba meninggal nanti, dimana hamba lebih mencintai dan mengenalMu dari pada makhlukMu.
Berikan juga hamba kesadaran seperti nabi Yusuf, bahwa semua peristiwa adalah kehendakMu, dan hanya padaMu tempat hamba berharap dan meminta segalanya.
Aku sendiri heran dengan rejeki jodohku dan kelulusanku saat ini, aku baru menyadari bahwa aku di amanahkan Allah untuk menghafal dan mengamalkan AlQur'an sebelum menuju ke rejeki itu. Rejeki jodoh dan kelulusan itu sendiri sedang menantiku saat ini. Namun Allah berkehendak agar aku terlebih dahulu menghatamkan beberapa juz yang telah aku azzamkan saat aku pertama kali mendapatkan beasiswa. Allah memang berkehendak aku menjadi hafidzah sepertinya :)
Aku sadar bahwa akupun harus sepeerti nabi Yusuf As, yang menyadari bahwa semua ini adalah rizki dari Allah dan patut aku jemput dan jalani semuanya, dan aku berhak untuk sampai pada rizki-rizki tersebut, atau rizki itu sendiri yang datang menjemputku :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar